Setelah Siti
khadijah meninggalkan selama empat belas tahun lebih dahulu namun Rasulullah
SAW tidak pernah melupakan ibunda siti khadijah dan kisah cintanya berlanjut
sepanjang masa .
Ketika
penaklukan Makkah, banyak orang yang mengelilingi Rasulullah SAW, semu orang
Quraisy datang minta ma'af kepadanya, tiba-tiba saja beliau melihat seorang
nenek yang sudah tua renta, dan ingin bertemu dengannya. Kemudian Rasullullah
SAW meninggalkan rombongan manusia yang ada di sekelilingnyan dan berdiri
menyambut kedatangan sang nenek, beliau ajak berbicara dan duduk di sampingnya,
melihat kejadian itu Aisyah bertanya ;"Siapa gerangan nenek tua itu?, dan
Rasulullah SAW meluangkan waktu berbincang bincang dengannya serta konsentrasi
menghadapinya..
Rasulullah menjawab; " ini adalah
sahabat khadijah".
' Aisyah kembali bertanya ;
"Apa yang engkau bicarakan dengannya Wahai Rasulullah?
Beliau menjawab ;"kami
membicarakan hari-hari yang indah bersama khadijah."
Ketika itu timbullag rasa cemburu
dalam diri 'Aisyah, lalu dia berkata; "Apakah engkau masih mengingat-ingat
orang yang sudah tua dan sudah menjdi tanah itu, Sementara Allah telah
memberikan ganti untuk engkau dengan yang lebih baik?"
Maka Nabi menjawab;" Demi
Allah, Allah tidak pernah menggantinya dengan seorang perempuan yang lebih baik
darinya..dia banyak memberika bantuan moral dan material, dia melindungi aku,
ketika penduduk Makkah ini mengusirku, dia membenarkan aku ketika manusi
mendustakan aku".
'Aisyah merasa bahwa Rasulullah agak
marah, lalu dia berkata; "minta ampunkanlah aku kepada Allah Wahai
Rasulullah".
Maka Nabi menjawab;"Minta
ampunkanlah bagi Khadijah, baru aku akan memintakan ampun bagimu".[HR.
Bukhari]
"Dengan
cara apa aku harus membuktikan cintaku padamu?Asal kau tahu wahai kekasihku,
aku hanya memiliki satu jantung, satu mata, satu tangan dan satu kaki, karena
yang satunya sudah berpindah menjadi milikmu.Nafasku adalah helaan
nafasmu."
Peranan
cinta dalam kehidupan tidak diragukan lagi pentingnya.Cinta diyakini sebagai
dasar dari perdamaian, keharmonisan, ketentraman, kebahagiaan bahkan
kebangkitan peradaban.
Cinta itu
misteri, tidak ada kata2 yang bisa mewakili kedalamannya.Cinta tak dapat
termuat dalam pembicaraan.Cinta adalah sebuah samudra yang kedalamannya tak
terukur.Cinta tak dapat ditemukan dalam belajar dan ilmu pengetahuan, buku2 dan
lembaran2 halaman.
Adapun Empat Unsur yang harus ada
dalam cinta yaitu;
* CARE (Perhatian) Cinta harus melahirkan perhatian
pada objek yang dicintai.Kalau kita mencintai diri sendiri, maka kita akan
memperhatikan kesehatan dan kebersihan diri.Kalau kita mencintai orang
lain,Maka kita akan memperhatikan kesulitan yang dihadapi orang tersebut dan
akan berusaha meringankan bebannya.Kalau kita mencintai Allah SWT, maka kita
akan memperhatikan apa saja yang Allah Ridhoi dan yang dimurkai-Nya.
* RESPONSIBILITY (Tanggung Jawab) Cinta harus melahirkan sikap
tanggungjawab terhadap objek yang dicintainya.Orangtua yang mencintai anaknya,
akan bertanggungjwab akan kesejahteraan material, spiritual dan masa depan
anaknya.Suami yang mencintai istrinya, akan bertanggujawab akan kesejahteraan
dan kebahagiaan rumahtangganya.Orang yang mencintai Tuhannya, akan bertanggung
jawab untuk melaksanakan perintah-NYA dan Menjauhi larangan-NYA.Itulah
responsibility.
* RESPECT (Hormat) Cinta harus melahirkan sikap
menerima apa adanya objek yang dicintainya.Kelebihannya kita
syukuri,Kekurangannya kita terima dan perbaiki.Tidak bersikap sewenang2 dan
selalu berikhtiar agar tidak mengecewakannya.
* KHOWLEDGE (Pengetahuan) Cinta harus melahirkan minat untuk
memahami seluk beluk objek yang dicintainya.Kalau kita mencintai seorang
Wanita/Pria untuk dijadikan Isteri/Suami, maka kita harus berusaha memahami
kepribadian, latar belakang keluarga, minat dan ketaatan beragamanya.Kalau kita
mencintaui Allah, maka kita harus memahami ajaran2-NYA.
Bila Empat
Unsur ini ada dalam kehidupan kita,InsyaAllah hidup kita akan bermakna.
Apapun yang
kita lakukan, kalau berbasiskan cinta pasti akan terasa ringan.Karena itu Nabi
SAW bersabda;"Tidak sempurna iman seseorang kalau dia belum mencintai
orang lain sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri."(HR.Muslim)
Yakinlah
bahwa hidup kita bermakna?!Jadikan cinta sebagai semangat perubahan diri.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar