13 Feb 2013

Nada Hujan


Malam dan suara hujan.. Dua suasana yang termasuk aku sukai setelah kesunyian. Ada banyak cerita, warna dan makna2 yang selalu aku pikirkan. Hujan memang tak selalu menyuguhkan pelangi, tapi bagiku hujanlah yang selalu memberikan nada berbeda di setiap waktunya. Entah berapa lama yang telah aku habiskan mendengar suara hujan dibalik jendela. Ritual khusus yang tak pernah aku lupa . Ya. saat hujan adalah salah satu waktu yang tak boleh aku lewatkan untuk bermuhasabah, dan berdo'a. Itulah mengapa saat hujan adalah momment yang begitu istimewa. 

Detik ini aku merasaknnya kembali, aku tersadar ..Aku selalu memberikan kepercayaan penuh kepada setiap orang. Tak peduli orang akan melakukan hal yang sama pula padaku. Disatu sisi itu memberikan pengaruh positif pada hubunganku dengan orang lain disisi lain kadang aku mnenjadi objek yang sellalu dipermainkan atas nama kebohongan. Ahhh sudah tak aneh rasanya. Sudahlah akupun tak peduli. Yang aku yakini hanya ' yang dituai adalah apa yang di tanam'. So tak perlu memikirkan mereka yang terkadang hanya berfikir pendek, memikirkan efek satu jam kemudian atau satu hari setelahnya. Itu terlalu singkat bagiku. AKU mendambakan kedamaian, kenyamanan, yang ku buat bukan apa yang mereka berikan

Kepercayaan ini menuntunku mengikhlaskan tentang apa yang telah terjadi. Kepercayaan ini membawaku selalu yakin akan hari esok yang lebih baik. Kehidupan yang lebih kondusif tentunya. Ya,, aku hanya bisa berdo'a dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.

Dan sebuah kepercayaan itu adalah penggembira hatiku sendiri
Aku percaya kembali.
Aku percaya semuanya baik2 saja.
Aku percaya


"Barang hilang, sungguh aneh perilakunya. Semakin dicari semkin tidak ketemu. Saat “dilupakan”, “diikhlaskan”, malah muncul sendiri di depan mata."

Boleh jadi, perasaan itu juga sejenis barang hilang.

--novel "ELIANA", Tere Liye

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent Posts