Tersadarkan oleh beberapa artikel yang dibaca pagi ini tentang fenomena akhwat fesbukers. Aggkkh begitu tersentak karena memang sehari-hari beraktifitas demikian meskipun sudah banyak yang dikurangi khususnya di social network buatan Mark Zuckerberg ini. Setiap membuka FB yang ditanyakan pasti " Apa yang sedang anda pikirkan? atau What's your mind?
Lantas orang-orang dan mungkin saya sendiri menulis tetang kegahagiaan yang sedang dialami, berdo'a untuk TUHAN dan bahkan banyak sekali keluh kesah, duka,derita,nestapa yang sedang dirasakan dishare begitu saja. Tak lain semua orang ingin jika status, foto, catatan yang di SHARE di beri COMMENT atau ingin di LIKE,
atau lebih tepatnya lagi ingin di apresiasi dan ingin diberi perhatian. Sungguh sangat disayangkan memang hak semua orang untuk memPublish apa-apa yang dia kehendaki tapi ada sesuatu yang menurutku terlalu berlebihan. Tak jarang status itu hanya keluhan yang membuat diri kita sendiri terhinakan dengan coretan yang di share ke khalayak ramai padahal kita akan marah jika dihina orang lain. Bukankan Allah sudah memerintahkan untuk mengadu hanya kepadaNya. Bukan hanya tentang status tapi juga FOTO, begitu mudahnya kita bisa mengUpload foto terbaru padahal Allah memerintahkan mahluknya untuk menjaga pandangan palagi dengan non muhrim
Allah memerintahkan kita untuk menahan pandangan, seperti dalam firman-NYA:
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya. . . . .” [QS. An-Nuur : 30-31]
Ayat ini turun saat Nabi Shalallahu a’laihi wassalam pernah memalingkan muka anak pamannya, al-Fadhl bin Abbas, ketika beliau melihat al-Fadhl berlama-lama memandang wanita Khats’amiyah pada waktu haji. Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa al-Fadhl bertanya kepada Rasulullah Shalallahu a’laihi wassalam, “Mengapa engkau palingkan muka anak pamanmu?” Beliau Shalallahu a’laihi wassalam menjawab, “Saya melihat seorang pemuda dan seorang pemudi, maka saya tidak merasa aman akan gangguan setan terhadap mereka.”
Dari ayat diatas dapat dilihat bahwa yang diperintahkan untuk menahan pandangan bukan saja laki-laki namun juga perempuan. Untuk itu, sudah seharusnya kita menjaga pandangan dari hal-hal yang tidak seharusnya kita pandang.
Lalu apa hubungannya dengan pemajangan foto di dunia maya??
Jika dulu kasus menjaga pandangan hanya karena bertemu dan bertatap langsung, namun saat ini sudah lebih canggih lagi, tanpa bertemu dan bertatap pun, godaan menahan pandangan itu tetap ada. Ya! Bisa jadi dengan banyaknya bertebaran foto akhwat di dunia maya, itulah godaan terbesar. Buat para ikhwan, harus mampu menahan pandangan di saat berselancar di dunia maya, di saat-saat kesendirian berada di depan layar komputer ataupun laptop. Kondisikan hati terpaut dengan Allah saat-saat kesendirian, jangan sampai kita menikmati foto akhwat yang bertebaran di dunia maya. Buat para akhwat, yang memang merupakan godaan terbesar bagi para ikhwan, akankah kita terus menciptakan peluang untuk membuat para ikhwan ter’paksa’ memandangi foto-foto pribadi kita?
Khusus tentang foto saya sendiri sudah berazzam untuk mengHIDE foto-foto yang sifatnya pribadi,, mungkin kemarin -kemarin masih low niatnya tapi sekarang InsyaAllah sudah di HIDE. Bukti dari pengamalan Sami'na Wa atho'na Aku dengar aku taat. Dipikir-pikir lagi memang iya juga sih untuk apa menshare foto ??(pembelaan) di FB, bisa dilihat semua orang, bisa di edit sama orang lain, ato bisa juga di unduh sama pihak yang tidak bertanggung jawab (GR sekaleee). So,, maaf yaa buat temen-temen bukan maksud untuk so alim, tapi saya ingin belajar dan berusaha lebih baik. Dan karena sudah tau ilmunya jika dalam diri wanita itu banyak fitnah terlebih bagi yang belum menikah. Makanya ingin menjaga, dan ingin berusaha tampil di dunia nyata saja dengan jalan yang diridhoi Allah. Takut sekali jika Allah sudah marah karena tak menjaga pandangan. Untuk itu mari kita perbaiki niat saat online. Jadikan media sosial sebagai ladang dakwah, jangan sebaliknya yang bisa mengantarkan kita ke jurang kemaksiatan. Naudzubillahimindzalik.
.jpg)
maka berhati-hatilah :)
BalasHapusNa'am .. InsyaAllah
Hapus